Waspada Virus TORCH Terhadap Kehamilan Anda

susu kolostrum powermix

Susu Powermix Untuk Imunitas

TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma gondii (Toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV). Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapat membahayakan janin. Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasmagondii.

Wanita hamil yang terinfeksi toxoplasma dapat berakibat keguguran(4%), lahir mati (3%) atau kelainan bawaan. Bila tubuh terkena infeksi, maka akan terjadi respon sistem kekebalan dengan membentuk imunoglobulin M (IgM), kemudian berlanjut dengan terbentuknya zat kebal imunoglobulin G (IgG). Untuk mengetahui terjadinya infeksi virus tokso diperlukan pemeriksaan darah. Bila IgG (+), IgM (+), maka perlu diperiksa IgG Aviditas. Lalu kalau IgG aviditas Ibu tinggi, maka tidak perlu diobati karena sistem kekebalan Ibu baik dan dapat melindungi bayi.

Penyebab Penyakit Virus Toksoplasma

Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, virus_toksoplasmadan Herpes) adalah hewan yang ada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Meskipun tidak secara langsung sebagai penyebab terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini adalah hewan, namun juga bisa disebabkan oleh karena perantara (tidak langsung) seperti memakan sayuran, daging setengah matang dan lainnya.

Dalam dunia medis, Toxoplasma sering disebut juga dengan virus kucing. Biasanya disebut juga Toxo, tokso, toksoplasma, atau toksoplasmosis. Padahal sesungguhnya ini bukan virus kucing, tetapi parasit darah. Kenapa sering disebut virus kucing karena menurut penelitian di dalam maupun di luar negeri, 70% penyebab penyakit ini adalah kotoran kucing. Kemudian melalui hewan lain yang menempel dalam makanan, lalu masuklah ke dalam tubuh manusia dan menyatu dalam darah.

Gejala Penyakit Toksoplasma

Awalnya seseorang yang mengidap Toxoplasma ini tampak sehat tetapi kemudian ketika sedang hamil mulai muncul sejumlah gejala. Gejala yang sering terjadi adalah flek pada wanita yang sedang hamil. Flek ini bisa terjadi terus menerus sepanjang kehamilan, janin di dalam rahim tidak berkembang, hamil anggur, atau bayinya meninggal pada usia kandungan 7-8 bulan. Bahkan yang seringkali terjadi adalah keguguran.

Infeksi rubella disebabkan oleh virus rubella pada kehamilan dapat menyebabkan kelainan pada bayi. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka resiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya menjadi 25%.

Infeksi CMV disebabkan oleh virus cytomegalo, golongan virus keluarga herpes. Ibu hamil yang terinfeksi CMV memiliki resiko melahirkan bayi dengan kelainan pembesaran hati, kuning, pengapuran otak, ketulian, hingga retardasi mental.

Kemudian, untuk penyakit Herpes lain lagi. Kemunculannya ditandai dengan bintik – bintik pada tubuh dan pada alat genital. Seorang yang mengidap Herpes, di samping kesakitan, juga terasa panas. Bagi wanita hamil sering keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat.

Jadi Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes dapat menyebabkan rusaknya fertilitas pada wanita. Sel telur maupun inti sel dirusak oleh virus tersebut sehingga sel telurnya mengecil dan tidak bisa dibuahi. Dengan adanya infeksi TORCH ini, pada wanita bisa menyebabkan terbentuknya mioma, penyumbatan atau perlengketan, sehingga sel telur tidak bisa dibuahi atau mengakibatkan sulit hamil.

Penularan Virus Toksoplasma

Toxoplasma tidak menular pada pasangan, sedangkan Rubella, CMV, dan Herpes bisa menular. Penularan virus bisa terjadi melalui hubungan seksual, air liur, keringat, darah, dan Air Susu Ibu (ASI). Sehingga kaum wanita yang terjangkit Rubella, CMV, dan Herpes, maka suaminya pun dapat tertular.

Virus TORCH memperburuk kualitas spermatozoa/sperma, karena kekentalan sperma menjadi cair, sehingga menyebabkan wanita sulit hamil. Volume sperma yang seharusnya 5 CC menjadi 3 CC dan gerakannya pun sudah berubah. Namun demikian Toxoplasma maupun Rubella dan CMV serta Herpes tidak hanya menjangkiti wanita hamil saja, tetapi juga siapa pun bisa terkenaTORCH. Baik dia orang dewasa, kaum muda, lansia, maupun balita. Virus TORCH ini yang diserang adalah saraf otak, mata dan gerak. Jika menyerang otak misalnya gejalanya sering sakit kepala, radangtenggorokan, atau flu berkepanjangan. Otot – otot terasa sakit sampai ke persendian dan pinggang. Kaki pun mudah capek dan lemas, menggigil kemudian lambung pun sakit.

Mengobati Virus TORCH Pada Ibu Hamil

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui infeksi TORCH agar mendapat penanganan yang tepat. Untuk mencegah dan mengobati infeksi virus TORCH pada ibu hamil adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda saat masa kehamilan dengan rutin menghadirkan 1 gelas susu powermix (3 sdm), susu bubuk colostrum dengan kandungan Ig-G 600 mg, Spirulina Plus 2 kaplet dan Deepsea 1 softgel setiap hari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *